Apa Saja Bahan-Bahannya?

Merek AS umumnya merupakan salah satu dari dua tipe: suplemen diet atau homeopati. Bahan dan metode aksinya tergantung pada tipe mana yang digunakan.

Gripe Water Homeopati

Colic Calm adalah satu-satunya merek homeopati yang tersedia di AS. Seperti suplemen diet, obat homeopati tidak ditinjau oleh FDA, tetapi tidak seperti merek suplemen diet, obat ini terdaftar dalam database produk obat FDA dan dibuat sesuai standar Good Manufacturing Practices (GMP) untuk obat yang dijual bebas, menggunakan bahan-bahan setingkat bahan obat. Colic Calm tidak mengandung gula, simetikon, sodium bikarbonat, ekstrak dan minyak herba, gandum, gluten, kedelai, produk susu dan produk hewani.

Bahan Aktif

Bahan aktif alami dalam Colic Calm disiapkan dalam larutan homeopati 1X dan 5X. Bahan aktif Colic Calm adalah:

Bahan Aktif Indikasi Homeopati
Aloe 5X pereda gas, kembung
Carbo Vegetabilis 1X pereda gas, sakit perut
Carum Carvi 5X bantuan pencernaan
Chamomilla 5X rasa jengkel. cegukan
Foeniculum Vulgare 5X pereda gas
Melissa Officinalis 5X rasa jengkel, rasa gelisah
Mentha Piperita 5X kembung, kolik
Prunus Spinosa 5X sakit perut, kolik
Zingiber officinale 5X bantuan pencernaan

Bahan Tidak Aktif

Bahan Pengawet (Rasa & Pengawet) Rasa
Asam Benzoat Gliserin Sayuran Xylitol
Kalium Sitrat Asam Sitrat
Kalium Sorbat
Perlu dicatat bahwa semua bahan pengawet yang digunakan dalam Colic Calm terdaftar sebagai GRAS (Generally Recognized as Safe) oleh FDA.
Colic Treatments
Homeopathic Ingredients

Merek Suplemen Diet

Merek suplemen herba diet cenderung lebih murah dari produk-produk homeopati, dan diproduksi dengan panduan DSHEA untuk makanan dan suplemen nutrisi yang tidak terlalu ketat. Suplemen herba diet tidak diwajibkan menggunakan bahan setingkat bahan obat atau memiliki sertifikat pembuatan sesuai Good Manufacturing Practices.

Bahan Aktif

Merek suplemen diet bergantung pada minyak esensial jahe dan adas, serta sodium bikarbonat (seperti baking soda) untuk efek yang ditimbulkannya.

Minyak Esensial Jahe dan Adas

Minyak Esensial Jahe dan Adas

Baik jahe maupun adas memiliki khasiat tradisional herba untuk masalah mulas dan gas. Terdapat anggapan bahwa enzim tertentu yang terkandung dalam minyak-minyak ini dapat membantu pencernaan atau properti antimikrobanya dapat mengubah mikroflora pencernaan bayi. FDA mencantumkan minyak adas dan jahe dalam kategori GRAS. Meskipun demikian, ahli bersertifikasi dalam penggunaan minyak esensial untuk terapi, yang tergabung dalam Alliance of International Aromatherapists, menyarankan untuk tidak menghirup minyak esensial dan mereka menyebutkan bahwa Minyak Adas berpotensi mengandung racun.

Bakteri usus merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kesehatan kita. Sistem pencernaan dewasa memiliki sekitar 4 pon bakteri yang terdiri dari sekitar 100 triliun mikroba. Sebagian minyak esensial bertindak seperti antibiotik tetapi kami belum memiliki gambaran jelas mengenai pengaruh menghirup minyak esensial terhadap bakteri usus secara umum.

Baking Soda

Sodium Bikarbonat (Baking Soda)

Baking soda telah digunakan selama berpuluh-puluh tahun sebagai obat mulas. Baking soda merupakan antasida (alkali) yang menetralisir asam lambung, karenanya mengurangi sensasi terbakar yang menyertai refluks gastroesophageal. Sisi buruk antasida adalah kebutuhan tubuh akan asam lambung untuk menyerap nutrisi vital dari makanan, seperti kalsium, asam folat, dan zat besi. Lebih jauh lagi, sodium bikarbonat tidak terlalu berperan karena asam berlebih jarang menjadi penyebab kolik. Selain itu, jika diberikan terus-menerus dan dalam dosis besar, baking soda dapat menyebabkan alkalosis dan sindrom susu alkali. Penggunaan antasida kronik telah dikaitkan dengan inang masalah kesehatan, seperti penyakit tulang, yang berakar dari kekurangan nutrisi. Seperti yang dikemukakan Dr. Mercola, asam lambung memainkan peran penting dalam sistem kekebalan, melindungi usus dari bakteri berbahaya, jadi menetralisir asam dengan sodium bikarbonat mungkin bukan ide bagus.

Bahan-bahan Lain

Bahan lain dalam dua merek AS terbesar ditambahkan utamanya sebagai rasa, pengawet, atau keduanya. Bahan ini termasuk:

Bahan Pengawet (Rasa & Pengawet) Rasa
Ekstrak Bioflavonoid Sitrus Gliserin Sayuran Gula***
Kalium Sorbat Asam Sitrat
Sodium Sitrat
Xanthan Gum (penstabil)
Propylene Glycol (pelarut)
Disodium EDTA*
Methylparaben**
Propylparaben***

Bahan-bahan dengan Peringatan

Bahan-bahan dengan Peringatan
  • Disodium EDTA* utamanya digunakan dalam produk kosmetik topikal. EDTA merupakan chelator ampuh, yang mengikat logam. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa EDTA bersifat mutagenik ringan, artinya dapat merusak sel DNA. Risiko EDTA dalam produk makanan belum sepenuhnya dipahami dan perlu lebih banyak penelitian.
  • Parabens** dilarang di beberapa negara karena berpotensi sebagai karsinogen.
  • Gula*** dapat memberikan manfaat jangka pendek peningkatan rasa yang dapat meningkatkan disposisi anak secara temporer. Meskipun demikian, gula pada akhirnya dapat memperburuk gejala gas dan rewel.